Pemilik PSG Mau Beli 2 Tim Liga Inggris

Pemilik PSG, Nasser Al Khelaifi bersama Qatar Sports Investments (QSI) memiliki rencana melebarkan sayap bisnis mereka. QSI dilaporkan berminat guna mengakusisi 2 tim Liga Inggris, Aston Villa serta Queens Park Rangers (QPR).

Para pejabat tinggi pada QSI sebagaimana dilansir football5star. com melalui dailymail berminat guna dapat memperoleh ke 2 tim yang sekarang berlaga pada kasta ke 2 Liga Inggris.

Aston Villa serta Queens Park Rangers memang menjadi 2 tim terdepan yang mau direkrut oleh QSI. Di samping 2 tim itu, rumornya Nottingham Forest jua masuk di dalam radar QSI.

Tapi plan QSI guna dapat menandatangani tim Liga Inggris itu terganjal beberapa peraturan dari UEFA. Salah satu peraturannya adalah 2 kesebelasan tidak diperbolehkan berkompetisi di arena Liga Champions ataupun Liga Europa apabila keduanya di miliki oleh 1 orang ataupun kelompok yang serupa.

Dapat ganjalan kayak ini pihak QSI menurut laporan akan melawan. Status Red Bull Salzburg serta RB Leipzig dijadikan mereka sebagai contoh jika hukuman itu dapat diatasi.

Sekedar uraian, guna mengakali peraturan UEFA itu, perusahaan minuman berenergi itu membuat cara dengan tak menaruh pimpinan mereka pada jajaran manajemen RB Leipzig. Tim dari Bundesliga 1 yang menembus turnamen Eropa semua puncuk pimpinannya merupakan dua puluh pegawai biasa Red Bull.

Cara itu rasa-rasanya bakal diperbuat oleh QSI supaya dapat mempermulus jalan mereka mendapat tim Liga Inggris. Geliat bisnis QSI mulai menyita atensi publik sepakbola Eropa kala menandatangani saham mayoritas PSG di 2011.

Transformasi raksasa juga berlangsung pada PSG. Sejumlah nama beken gelanggang hijau sukses menambatkan hatinya menuju Parc des Princes.

Ranieri Desak Semua Elemen Tim Bersatu

Juru tak-tik AS Roma, Claudio Ranieri, mendesak semua fans serta elemen tim buat bersatu. Kesusahan yang sedang menimpa tim dia akui tidak dapat diselesaikan sendiri, maka dari ini dia mendesak fans guna kembali ke stadion.

“Kami semua menyadari situasi yang sukar sekarang pada tubuh tim, namun aku bersedia menerimanya. Buat ini, aku di sini guna berduel. Motivasi jadi sesuatu yang terpenting sekarang. Liga Champions amat dekat dengan kami, namun aku tidak dapat mengerjakannya sendiri, ” tutur Claudio Ranieri kala konferensi pers jelang laga vs Empoli dilansir dari Football-Italia.

Ranieri, menjadi seorang Romans, ataupun pemuda kelahiran AS Roma serta jua Romanisti, fans AS Roma, mendesak dengan cara spesial pada semua fans. Dia mendesak semua fans AS Roma untuk cepat balik lagi menuju ke stadion serta mendampingi kesebelasan. Untuknya, saat semua fans hadir ke stadion, apapun dapat berlangsung.

“Yang paling penting sekarang buat semua fans ialah untuk lebih dekat bersama pemain-pemain, terutama di dalam banyak laga ke depan. Saat mereka (penggemar) bareng bersama kami, apapun dapat kami kerjakan.

“Saya mendesak pada semua fans untuk turut membantuku, terutama sebab aku merupakan Romanista. Aku tidak sekalipun mempersiapkan obrolan apapun, ini spontan. ”

Claudio Ranieri juga membeberkan alasan saat dia mengambil keputusan balik lagi latihan. Padahal, dalam sejumlah hari sebelumnya, dia belum lama diberhentikan dari posisinya menjadi juru tak-tik Fulham.

“Saya meneruskan job ini sebab aku punya kedekatan emosi. Serta saat aku balik lagi ke Roma, ini merupakan sesuatu yang spesial, terutama buat kami, fans AS Roma. ”

Kalah dari Augsburg, Dortmund Dalam Tekanan Besar

Borussia Dortmund tidak berhasil menjauhkan diri dari kejaran Bayern Munich di klasemen sementara Bundesliga usai mesti mengaku keunggulan FC Augsburg. Hasil negatif itu mereka peroleh di kamp FC Augsburg, WWK Arena.

Main jadi skuat favorit, Dortmund sulit buat meningkatkan performa. Mereka tidak bisa mengimbangi performa cepat serta strategi yang diperagakan oleh Augsburg.

Pada menit ke-24, skuat tuan rumah sukses menyarangkan gol perdana. Striker dari Korea Selatan, Ji Dong-Won sukses membobol gawang Roman Buerki menggunakan kemelut yang berlangsung di mulut gawang Der BVB.

Tertinggal, Dortmund keluar menyerang buat memaksakan skor jadi imbang. Tapi, serangan mereka dapat digagalkan oleh jantung pertahanan Augsburg yang berlaga cemerlang. Fase perdana pun selesai dengan keunggulan 1-0 buat skuat tuan rumah.

Pada fase ke-2, Augsburg kembali sukses merepotkan jantung pertahanan Der BVB. Tapi, skuat tamu tidak diam saja. Mereka beberapa kali bisa melepas serangan-serangan mematikan yang tidak menemui incaran target.

Usaha mereka juga membuahkan pencapaian pada menit ke-68. Ji Dong-Won sukses menyarangkan gol keduanya di laga itu. Bekas bintang Sunderlang ini sukses balik lagi membobol gawang Roman Buerki usai menggunakan kesalahan dari Jadon Sancho.

Dortmund endingnya dapat menyarangkan gol melewati Paco Alcacer pada menit ke-80. Tapi, gol dari Alcacer tidak berhasil menghindarkan hasil negatif skuat tamu serta laga juga selesai dengan kedudukan 2-1 buat skuat tuan rumah.

 

Gagal Kalahkan Arema, Hariono Tetap Santai

Pemain tengah Persib Bandung, Hariono, tak ambil pusing tentang ketidakmampuan skuatnya mencuri hasil positif melawan Arema FC di ajang Piala Indonesia. Bintang kelahiran Sidoarjo itu tengah optimistis skuatnya dapat berbuat banyak ketika pertandingan tandang menuju Malang.

Persib Bandung tidak berhasil menjaga keunggulan kala melawan Arema FC di Stadio Si Jalak Harupat, Soreang, pekan kemarin. Sempat unggul via Erwin Ramdani, pemain Miljan Radovic malah kemasukan selang 6 menit selanjutnya.

“Pastinya kami wajib berlaga lebih bagus lagi di permainan ke-2 mendatang. Seluruh bintang mesti mau berlatih dengan keras supaya klub dapat melaju menuju perempat-final. Tak ada yang tak mungkin, ” jelas Hariono selaku bintang terlama di tim Persib sekarang.

Laga permainan ke-2 bakal berjalan pada Jumat (22/2) nanti. Maung Bandung harus dapat memperoleh hasil positif apabila masih mau tinggal di kompetisi yang pernah terhenti sepanjang bertahun-tahun ini.

Pemain Milomir Seslija adalah tes sebenarnya untuk kesebelasan kebanggaan mayoritas populasi Jawa Barat itu. Di fase sebelumnya, Maung Bandung pernah main trengginas kala melawan Persiwa Wamena di Stadion Si Jalak Harupat.

Di pertandingan tunda itu, Ezechiel N’Douassel dkk sukses menghancurkan tamunya dengan 7 gol tanpa balas. Wonderkid mereka, Beckham Putra Nugraha, menyarangkan gol pertamanya buat klub senior.

Hariono menyatakan, tuntutan dari pendukung Arema FC kala bertamu menuju Kanjuruhan bukanlah sesuatu yang mengerikan. Oleh sebab itu, dia mau fokus memberi seluruh tenaga buat menghantarkan skuatnya memperoleh hasil positif.

3 Sebab Chelsea Wajib Secepatnya Pecat Maurizio Sarri

Chelsea belum lama menelan kekalahan memalukan kala bertandang menuju kandang Manchester City di dalam kompetisi Premier League. Mereka dikalahkan bersama score telak 0-6 dalam laga yang dihelat di Etihad Stadium.

Ini adalah hasil negatif paling buruk yang dialami The Blues di turnamen Premier League. Lebih lanjut, pencapaian negatif itu membikin mereka tereliminasi dari peringkat empat besar.

Chelsea mengawali kampanye musim dengan jadi penantang trofi Premier League. Tapi, mereka sekarang berpotensi menutup kampanye musim di luar zona Liga Champions bareng Maurizio Sarri.

Di dalam sepanjang karier manajerialnya, Sarri memang tidak pernah mengangkat trofi. Chelsea rasa-rasanya amat mungkin menghentikan kampanye musim tanpa piala apabila pelatih dari Italia itu masih dipertahankan.

Berikut ini 3 sebab Chelsea mesti secepatnya pecat Maurizio Sarri menurut Sportskeeda yang kami rangkum dari situs nonton bola online.

Tidak Banyak Melakukan Perbaiki Chelsea – Chelsea melakoni satu dari sekian banyak kampanye musim paling buruk mereka di musim kemarin di bawah Antonio Conte. The Blues menuntaskan kampanye musim di tempat kelima serta tereliminasi dari Liga Champions pada fase 16 besar. Kehadiran Maurizio diinginkan dapat merubah beberapa hal, namun sekarang, semuanya tak nampak setingkat lebih bagus.

Bekas juru tak-tik Napoli tersebut semestinya membawa peningkatan menuju skuat Chelsea. Tapi, semua yang dilakukannya malah menghilangkan keyakinan yang tersisa terhadap semua fans Chelsea. Chelsea main baik di awal kampanye musim. Tapi, di dalam periode 7 minggu, The Blues sudah melorot dari tempat 2 menuju tempat keenam pada klasemen sementara Premier League.

Itu tak dapat disebut sebagai peningkatan. Tugas Sarri tak cuma buat meningkatkan pencapaian namun juga buat mengembangkan anak asuhnya. Sejauh ini, ia telah gagal di dalam keduanya serta rasa-rasanya ia tak paham bagaimana meladeni situasi ini.

Conte meraih 2 piala di dalam 2 musim di Chelsea, tapi dia ditendang. Chelsea Sarri nampak setingkat lebih buruk dari pendahulunya serta satu-satunya cara buat menyelamatkan kampanye musim ini ialah dengan memecat sang pelatih di dalam waktu dekat.

Keras Kepala – Premier League mungkin merupakan liga paling sulit di Eropa. Kasta paling tinggi sepakbola Inggris ini telah bisa dibuktikan kejam dengan pelatih anyar serta Maurizio Sarri tengah mendapatkan kesulitan. Saat Pep Guardiola pertama kali datang, dia pun kesulitan, namun lantas dapat adaptasi dengan liga.

Menariknya seperti ulasan yang kami baca dari website berita bola terkini, Sarri keberatan buat menyesuaikan gaya permainannya. Memang tak apa-apa memprioritaskan sepak bola menyerang. Tapi, begitu lawan menaklukkan sistem Kamu, Kamu perlu mendapatkan cara lainnya buat mendapat hasil. Di awal kampanye musim ini City membuang sepak bola menyerang mereka saat bertamu menuju kandang Liverpool.

Guardiola paham jika bermain terbuka mungkin merugikan kesebelasannya hingga ia menggantikan gaya permainan serta mendapat pencapaian seri. Inilah yang dikerjakan pelatih yang bagus – mereka melakukan adaptasi dengan sistem tergantung pada rival mereka.

Hasil negatif Chelsea 6-0 dari Man City tentu memperlihatkan jika Sarri terlampau keras kepala buat beradaptasi bersama sistemnya. Menariknya, pelatih Italia ini menyatakan di penghujung laga jika dia takkan merubah gaya permainannya walau mereka menelan kekalahan yang memalukan.

Pelatih yang keras kepala sering tak bertahan lama di Liga Premier Inggris. Jose Mourinho serta Frank de Boer merupakan contoh di dalam beberapa tahun terbaru. Chelsea sekarang tengah terpuruk dan kecuali mereka memecat Sarri kampanye musim ini, kondisi dapat jadi setingkat lebih buruk.

Tempat Kante – Keras kepala Maurizio Sarri ialah problema, namun menyingkirkan tempat N’Golo Kante amat merugikan Chelsea. Bintang internasional Prancis tersebut telah jadi satu dari sekian banyak bintang paling baik Chelsea semenjak gabung melalui Leicester City dua setengah musim kemarin.

Tapi, kehadiran Jorginho menyebabkan tempat Kante mesti bergeser pada sektor tengah serta itu memiliki imbas pada Chelsea. Gaya permainan Sarri membikin Jorginho setingkat lebih disukai ketimbang Kante.

Persoalannya, dengan menurunkan Jorginho di tempat Kante, ini mengekspos barisan defensif The Blues saat mereka melawan musuh berkualitas. Di dalam 3 pekan terbaru, The Blues menerima kekalahan 2-0 melalui Arsenal, 4-0 melalui Bournemouth, serta 6-0 melalui Manchester City serta ini bukanlah kebetulan.

Kante mungkin bisa mengembangkan raihan golnya saat berlaga dengan fungsi yang lebih menyerang. Tapi, dia lebih pantas berlaga menjadi pemain berposisi gelandang bertahan. Kala Kante melindungi jantung pertahanan Chelsea, mereka nampak setingkat lebih tangguh serta terorganisir. Keputusan Sarri menyingkirkan Kante amat merugikan The Blues serta mungkin telah waktunya buat mendaratkan pelatih anyar yang bakal menghargai Kante serta memainkannya pada tempat yang semestinya.